Argentina akan mempertahankan gelar Piala Dunia melawan Spanyol setelah bangkit mengalahkan Inggris 2-1 pada semifinal kedua, 15 Juli. Hasil itu melengkapi pasangan final pada Minggu, 19 Juli, di New York New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, yaitu pertandingan ke-104 sekaligus terakhir turnamen.
Inggris lebih dahulu unggul di Atlanta, tetapi Argentina membalas melalui Enzo Fernández dan Lautaro Martínez untuk membalikkan semifinal. Ini menjadi malam penting lain bagi Lionel Messi, yang kini tinggal satu laga lagi dalam upaya meraih gelar Piala Dunia kedua secara beruntun.
Kebangkitan itu terasa lebih berarti karena Argentina datang sebagai juara bertahan. Perjalanan mereka ke final menuntut daya tahan: bangkit dari tertinggal 0-2 untuk menang 3-2 atas Mesir di 16 besar, melewati Swiss 3-1 setelah perpanjangan waktu di perempat final, lalu kembali bangkit melawan Inggris.
Spanyol memastikan tempatnya sehari sebelumnya dengan kemenangan 2-0 atas Prancis di Dallas. Final ini mempertemukan juara dunia bertahan dan juara Eropa. Spanyol memburu gelar kedua setelah 2010, sedangkan Argentina mengincar gelar keempat setelah 1978, 1986, dan 2022.
Final ini juga menempatkan Messi kembali di pusat panggung sepak bola. Kapten Argentina itu tampil di Piala Dunia keenam, sebuah rekor, dan telah mencetak delapan gol di turnamen ini. Laga 19 Juli berpotensi menjadi salah satu tanggal paling menentukan di Piala Dunia yang diperluas menjadi 48 tim dan 104 pertandingan.
Prancis dan Inggris kini menuju perebutan tempat ketiga di Miami pada Sabtu, 18 Juli. Bagi Argentina dan Spanyol, perhatian sudah tertuju ke New Jersey: satu pertandingan, satu trofi, dan final antara dua tim nasional paling berprestasi dalam sepak bola.