Inggris menutup perjalanan mereka di Piala Dunia FIFA 2026 dengan kemenangan dramatis 6-4 atas Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga di Miami Stadium pada 18 Juli. Hat-trick Bukayo Saka memastikan medali perunggu bagi Inggris di Piala Dunia pertama berisi 48 tim dan menjadi pencapaian terbaik mereka sejak juara pada 1966.

Bukayo Saka bermain untuk Inggris.
Kontributor Wikimedia Commons / lisensi CC

Inggris memimpin 4-0 saat jeda berkat dua gol Saka serta gol Declan Rice dan Ezri Konsa. Prancis kemudian bangkit keras: Kylian Mbappé mencetak dua gol, sementara Bradley Barcola dan Ousmane Dembélé juga membobol gawang. Saka mengeksekusi penalti di akhir laga untuk melengkapi hat-tricknya, lalu Jude Bellingham mencetak gol keenam pada masa tambahan waktu.

Total 10 gol itu melampaui rekor lama laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia, kemenangan Prancis 6-3 atas Jerman Barat pada 1958. Pertandingan ini juga menjadi laga dengan gol terbanyak di Piala Dunia sejak 1982, penutup luar biasa bagi pertandingan yang kerap dianggap kurang penting.

Tiga gol Saka menjadi sorotan utama, tetapi gol ketujuh Bellingham di turnamen juga menciptakan sejarah: rekor gol seorang pemain Inggris dalam satu Piala Dunia. Penguasaan awal dari Rice dan penyelesaian Konsa memberi skuad Thomas Tuchel ruang untuk bertahan dari tekanan besar Prancis.

Dua gol Mbappé membuatnya mengoleksi 10 gol di edisi ini dan 22 gol di putaran final Piala Dunia, melewati 21 gol Lionel Messi. Pencapaian pribadi itu belum cukup untuk memberi Didier Deschamps kemenangan perpisahan setelah 14 tahun sebagai pelatih Prancis.

Perunggu tidak menghapus kekalahan Inggris 2-1 dari Argentina di semifinal pada 15 Juli, tetapi menjadi hasil nyata dari turnamen yang penuh peristiwa. Malam Saka di Miami kini menjadi bagian dari sejarah Piala Dunia Inggris.

Konteks Piala Dunia 2026: Inggris finis ketiga setelah hasil 6-4 di Miami Gardens, Florida. Argentina dan Spanyol bertemu pada final di New York New Jersey Stadium pada 19 Juli pukul 15.00 waktu setempat.