Prancis dan Spanyol bertemu pada semifinal Piala Dunia di Stadion Dallas, Selasa 14 Juli, tetapi pertikaian politik kini mengiringi cerita sepak bolanya. Mantan perdana menteri Spanyol Mariano Rajoy menulis pada 10 Juli bahwa Prancis tidak memiliki pemain Prancis; kalimat itu segera dikecam di kedua negara dan mengalihkan pembicaraan prapertandingan dari taktik ke identitas dan rasa hormat.

Lapangan di dalam AT&T Stadium, Stadion Dallas untuk pertandingan Prancis melawan Spanyol.
Mahanga / Wikimedia Commons / CC BY-SA 3.0

Rajoy, yang memimpin Spanyol pada 2011–2018, adalah anggota Partai Rakyat konservatif. Partainya menyatakan kalimat itu bernada sarkastik dan tanpa niat buruk. Menteri luar negeri Prancis Jean-Noël Barrot, presiden Federasi Sepak Bola Prancis Philippe Diallo, serta pemerintah Sosialis Spanyol menolaknya. Ini bukan perdebatan soal kata-kata: sebuah tim nasional ditentukan oleh kewarganegaraan dan representasi, bukan nama keluarga, riwayat keluarga, tempat lahir, atau warna kulit.

Peristiwa ini muncul pada saat tekanan sepak bola sangat tinggi. Prancis memenangi setiap pertandingan turnamen dan mencapai semifinal sebagai tim peringkat satu FIFA, sementara Spanyol berusaha mengubah permainan penguasaan bolanya menjadi tiket final 19 Juli di East Rutherford. Taruhan di lapangan sudah besar; kontroversi itu menambah ujian publik apakah para pemimpin dan pendukung dapat menjaga rivalitas agar tidak berubah menjadi pengucilan.

Para pemain Prancis telah menghadapi serangan serupa di Piala Dunia ini. Awal Juli, Kylian Mbappé mengecam komentar tentang asal-usul dan penampilannya setelah kemenangan Prancis atas Paraguay pada babak 16 besar. Karena itu, Selasa bukan sekadar pertandingan besar: respons di sekelilingnya akan menunjukkan apakah institusi dan tokoh publik membela prinsip sederhana—pemain Prancis adalah orang Prancis, sebagaimana pemain setiap tim nasional menjadi bagian dari negaranya.

Bagi pendukung yang bepergian ke Arlington, fokus praktisnya tetap sepak bola: serangan Prancis melawan penguasaan bola Spanyol, sepak mula pukul 15.00 waktu setempat, dan satu tempat di final. Pelajaran yang lebih luas juga jelas. Sepak bola dapat menampung persaingan yang keras dan penuh gairah; olahraga ini tidak memerlukan retorika yang mempertanyakan rasa memiliki seseorang.