Spanyol kembali ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara pada 2010, dan sekali lagi Mikel Merino menjadi pembeda di akhir laga. La Roja mengalahkan Belgia 2-1 pada 10 Juli di Los Angeles Stadium, Inglewood, California, untuk memastikan pertemuan dengan Prancis.
Momen penentu datang setelah Belgia lebih dulu menerima pukulan besar. Thibaut Courtois keluar pada babak kedua karena cedera kaki bagian atas, terlihat sangat terpukul, sehingga Senne Lammens harus masuk dalam situasi paling berat bagi Belgia. Menjelang akhir waktu normal, Lammens gagal menangkap tembakan jarak jauh, dan Merino paling cepat menyambar bola untuk mencetak gol menit ke-88.
Fabian Ruiz membawa Spanyol unggul pada menit ke-30 setelah masuk ke susunan utama. Belgia menyamakan skor pada menit ke-41 lewat sundulan Charles De Ketelaere dari umpan Timothy Castagne. Gol itu menghentikan rentetan tanpa kebobolan Spanyol yang banyak dicatat mendekati 650 menit, dan sempat membuat pengalaman Belgia kembali terasa berbahaya.
Namun bangku cadangan Spanyol menentukan arah pertandingan. Merino sudah mencetak gol telat yang penting melawan Portugal di turnamen ini, selain dikenang karena gol perpanjangan waktu kontra Jerman di Euro 2024. Di Inglewood, pola itu terulang: Spanyol bisa menguasai bola, mengganti peran, dan tetap menemukan penyelesai saat pertandingan menjadi kacau.
Kemenangan ini membawa Spanyol ke semifinal 14 Juli melawan Prancis di Dallas. Laga itu kini terlihat sebagai kontras taktik terbesar turnamen: Prancis datang dengan Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele yang sedang tajam setelah menang 2-0 atas Maroko, sementara Spanyol membawa catatan tak terkalahkan yang dilaporkan mencapai 37 laga sejak Maret 2023.
Kekalahan Belgia sulit dilepaskan dari isu cedera. Youri Tielemans disebut keluar dari rencana starter saat pemanasan, Amadou Onana sudah absen lebih dulu, dan cedera Courtois menjadi gambar emosional perempat final. Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku masih menekan pada menit-menit akhir, tetapi gol penyama tidak datang.
Bagi Spanyol, pesan utamanya adalah kedalaman skuad. Fabian mencetak gol setelah menggantikan Pedri di starting XI, Lamine Yamal tetap memberi pengaruh besar, dan Merino mengubah menit bermain singkat menjadi dampak maksimal. Tim Luis de la Fuente tidak perlu tampil sempurna; mereka perlu sabar, terstruktur, dan cepat bereaksi di kotak penalti.
Dari sisi kota tuan rumah, perhatian kini berpindah dari California Selatan ke Texas. Suporter yang datang ke Inglewood hanya punya beberapa hari untuk mengatur perjalanan menuju Dallas, dengan harga penerbangan, ketersediaan hotel, dan cuaca panas Juli menjadi bagian dari hitungan semifinal.
Angka kunci: Spanyol 2, Belgia 1; gol oleh Fabian Ruiz, Charles De Ketelaere, dan Mikel Merino; gol kemenangan pada menit ke-88; semifinal Piala Dunia pertama Spanyol sejak 2010; Spanyol-Prancis dijadwalkan pada 14 Juli di Dallas.
Hasil ini juga mengubah bentuk pekan terakhir. Prancis terlihat sebagai tim paling eksplosif yang tersisa, tetapi Spanyol baru saja melewati ujian khas calon juara: kebobolan, menghadapi lawan berpengalaman, dan menemukan momen akhir tanpa kehilangan ketenangan.
Belgia pulang dengan kemenangan besar atas Amerika Serikat di babak 16 besar dan performa kompetitif di perempat final, tetapi juga dengan pertanyaan lama tentang generasi emasnya. De Bruyne, Courtois, dan Lukaku kembali mendekati puncak tanpa trofi, dan malam cedera di Inglewood bisa menjadi citra paling kuat dari akhir perjalanan 2026 mereka.